Kalamullah

Kalamullah

Tuesday, November 19, 2013

Fikrah Ad-Daeiyah


Doa Ar-Rasul SAW ketika Baginda berada di Thoif, selepas dakwahnya ditolak, bahkan baginda SAW dibaling dengan batu sehingga mengalir darah dari tubuh yang kepenatan membasahi sepatu baginda SAW:

Ya Allah, kepada-Mu aku mengeluhkan kelemahan-kelemahanku, ketidak berdayaanku, dan kehinaanku di hadapan manusia. Wahai yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi! Engkau Tuhan orang-orang yang lemah dan Engkau adalah Tuhanku. Kepada siapakah Engkau hendak menyerahkan diriku? Kepada orang-orang asing yang bermuka masam terhadapku atau kepada musuh yang Engkau takdirkan akan mengalahkanku?” 
“Ya Allah, kepadamu aku mengadu kelemahanku, kekurangan daya upayaku dan kehinaanku pada pandangan manusia. Ya! Arhamarrahimin! Engkaulah tuhan orang yang ditindas. Engkaulah tuhanku. Kepada siapalah engkau menyerahkan diriku ini, kepada orang asing yang akan menyerang aku atau kepada musuh yang menguasai aku? Sekiranya engkau tidak murka kepadaku maka aku tidak peduli. Namun, afiatmu sudah cukup buatku. Aku berlinding dengan nur wajahMu yang menerangi segala kegelapan dan teratur diatas nur itu urusan dunia dan akhirat, daripada engkau menurunkan kemarahanMu kepadaku atau Engkau murka kepadaku. KepadaMulah aku tetap merayu sehingga Engkau reda. Tiada sebarang daya(untuk melakukan Kebaikan) dan tiada upaya(untuk meniggalkan kejahatan) kecuali denganMu.” 
“Wahai Tuhanku, kepada Engkau aku adukan kelemahan tenagaku dan kekurangan daya-upayaku pada pandangan manusia. Wahai Tuhan yang Maha Rahim kepada siapa Engkau menyerahkanku? Kepada musuh yang akan menerkamkan aku ataukah kepada keluarga yang engkau berikan kepadanya uruskanku, tidak ada keberatan bagiku asal aku tetap dalam keridhaanMu. Pengetahuan Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya mukaMu yang mulia yang menyinari segala langit dan menerangi segala yang gelap dan atasnyalah  teratur segala urusan dunia dan akirat, dari Engkau menimpakan atas diriku kemarahanMu atau dari Engkau turun atasku azabMu kepada Engkaulah aku adukan permasalahanku sehingga Engkau ridha. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan Engkau.” 
“Hal itu tidak aku risaukan, jika Engkau tidak murka kepadaku. Namun, rahmat-Mu bagiku amat luas. Aku menyerahkan diri pada cahaya-Mu yang menerangi segala kegelapan dan menentukan kebaikan urusan dunia dan akhirat. Aku berlindung dari murka-Mu. Aku senantiasa mohon reda-Mu. Kerana tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas perkenan-Mu.”

Dalam kekecewaan, dalam kesedihan, masih terpancar jelas fikrah yg terang daripada kata-kata Ar-Rasul SAW.
Apalah yang kita harapkan daripada dakwah ini.. daripada usaha sungguh-sungguh ini.. daripada pengorbanan jiwa raga ini.. kalau bukan pada sayang dan ridhonya Allah swt pada kita?
cukuplah... cukuplah usaha keras dan infaq harta jiwa kita ini, dibalas dengan tidak murka nya Allah pada kita.. cukuplah.. sudahpun memberi kepuasan dan ketenangan yg tiada tolok banding..
Apalah sangat kudrat yg kita curahkan.. apalah sangat penat-penatan kita ni.. bahkan tidak murkanya Allah pada kita itu, adalah satu balasan yang sangat besar kalau nak dibandingkan dengan segala kudrat yg kita curahkan ini..

Dalam fikiran kita, yang menumbuhkan rasa mahu, menumbuhkan Irodah Qowiyah, menumbuhkan himmah aaliyah, adalah keridhoan Allah swt... Bahkan para anbiya' yang jauh lebih besar ujian dan kesusahan, jauh lebih dahsyat perjuangan dan pengorbanannya pun, sering berdoa agar Allah meridhoi amal-amal... Apatah lagi kita..
Kata Nabi... "In lan yakun bika ghodobun alayya, fala ubaali"
Sekiranya engkau tidak murka kepadaku, maka aku tidak peduli!
Pelbagai masalah, pelbagai halangan, pelbagai derita, pelbagai tentangan...
Aku tidak peduli!
Penat, letih, tak cukup tidur, tak cukup duit, blablabla...
Aku tidak peduli!
Asalkan, Engkau tidak murka padaku... 
Ya Allah.....

Saturday, November 16, 2013

Fasbiroo~



Perkongsian daripada seorang ustaz:

"Ada seorang akh, hidupnya cukup aman, cukup mewah, semuanya serba cukup. Tapi, setiap hari akan ada seekor kucing datang dan berak di hadapan rumahnya. Akh tadi pun rasa marah. Sehari takpe lagi, tapi bila dua, tiga, empat hari... jadi tension. Rasa nak tangkap je kucing tu.
Sampai la datang seorang ikhwah... menasihatinya..."

Akhi.. kalau bukan disebabkan kucing tu, dimana lagi agaknya Allah nak uji kesabaran nta?
Bersyukurlah... Allah masih uji kesabaran nta, sebab ALlah nak terus dan terus memilih nta

****************************************************************************

SubhanaAllah...

Ada orang yg hidupnya sudah lali dengan kesusahan. Apabila datang dakwah, maka dia sudah biasa hidup susah. Sudah biasa hidup penat. Tak cukup tidur. Serba tak cukup. Jadi, tiada tadhiyah yg dituntut daripadanya dalam melaksanakan dakwah....

Tapi nyatalah, ALlah itu Maha Bijaksana dan Maha Adil, Dia datangkan ujian lain...

Barangkali, mungkin al-akh tadi sudah biasa dengan ujian2 kepenatan dan kesempitan, tapi adakah dia bersabar dengan ujian2 kecil seperti kisah di atas? Adakah dia boleh bersabar apabila bergaul dengan manusia sehari-harian. Adakah dia boleh bersabar atas ketidaksabaran orang lain?

Hidup kita akan diuji dengan pelbagai ujian.. Setiap sudut...
Maka dalam mana-mana ujian pun, bersabarlah...
Fikirkan sejenak.. Kalau bukan kesusahan dan kesempitan seperti ini, dimana lagi Allah nak uji kesabaranku?

Tiba-tiba kereta rosak. INilah ujian dari ALlah

Tiba-tiba duit hilang. Ya, kat sini Allah nk uji.

Terlepas KTM. sabaaarr....

Kadang para ikhwah, setelah melalui proses tarbiah yg panjang, mereka sudah alah bisa tegal biasa dengan kesusahan dan pengorbanan. Malah mereka sanggup dari infaq harta, masa tenaga...
Tapi, apabila berhadapan dengan ujian2 kecil, mereka tewas.

Terasa marah apabila ada kucing yg berak di hadapan rumah
Terasa sangat tension apabila ada orang yg potong line masa beratur.
Terasa marah orang yg bising tak consider orang lain.

Ya, ini juga adalah ujian.Apabila terlintas perasaan marah, ucapkanlah
Astaghfirullah, moga perasaan ini tidak menjadi dosa/diampunkan.
ALhamdulillah, ALlah masih menguji diri ini.

Ujian Allah itu adalah rahmat
Berapa banyak orang yg dibiarkan tidak lagi diuji. Tidakkah hidup mereka sebenarnya lebih sengsara. Mereka tidak diuji, umpamanya seorang pelajar yg tidak sampai kepadanya kertas peperiksaan. Tidak lebih sedih dan lebih kecewa?

Tiap kali datangnya ujian, bergembiralah.. Allah sedang menaikkan darjat dirimu.

Bersyukurlah, Allah mendatangkan ujian2 ini khusus untuk dirimu!

Wallahua'alam

Thursday, November 7, 2013

Untukmu Kader Dakwah



*copy-paste*

Wahai kader dakwah, di tahun baru ini, ingatlah kembali janjimu kepada Allah!

Bukankah kalian telah berjanji untuk turut beramal bersama dakwah dalam rangka membela syariat-Nya serta berdakwah kepada-Nya?
Bukankah kalian telah berjanji setia kepada Allah untuk mendengar dan taat dalam mentaati Allah, Rasul-Nya serta jihad di jalan-Nya dalam kondisi giat maupun malas dalam keadaan mudah maupun sulit dengan bergabung dalam dakwah?

Bukankah kalian telah berjanji kepada Allah untuk berpegang teguh kepada ajaran Islam dan berjihad di jalan-Nya, dan berjanji untuk mendengar dan taat kepada pimpinan dalam keadaan suka maupun tidak suka, dalam hal tidak maksiat, sekuat kemampuan yang ada?
Ingatlah janji setiamu itu. Kemudian hisablah dirimu. Apakah kalian sudah berusaha menjadi kader dakwah yang sesungguhnya? Yakni kader yang memahami dan meyakini fikrah Islam yang murni; yang senantiasa ikhlas, meniatkan ucapan, perbuatan, dan jihadnya untuk Allah, mencari ridho dan mengharap pahala-Nya. Tanpa memandang kekayaan, kemegahan, kehormatan, atau julukan?

Apakah kalian sudah berusaha keras mempersiapkan diri untuk beramal? Memperbaiki diri, membina rumah tangga, membimbing masyarakat, membebaskan tanah air dari pengaruh kekuatan asing, memperbaiki pemerintahan sehingga benar-benar islami, mengembalikan eksistensi umat Islam di panggung internasional dengan mengembalikan khilafah dan persatuan umat, serta menebarkan dakwah ke seluruh penjuru bumi?

Bagaimanakah gelora jihad di hatimu? Bagaimanakah ketabahanmu untuk selalu beramal dan berjihad mencapai tujuan? Masih siapkah kalian melintasi waktu tahun demi tahun, dan terus dalam keadaan seperti itu hingga kalian bertemu Allah?

Apakah masih ada pengaruh faham lain dalam fikrah kalian, padahal fikrah Islam kalian merupakan fikrah paling mulia, lengkap, dan tinggi?
Sudahkah rasa persaudaraan terjalin erat di antara kalian? Dimana ruh dan hati kalian diikat dengan aqidah. Masih terpeliharakah kepercayaan kalian kepada pimpinan? Percaya sepenuhnya akan kemampuan dan keikhlasannya, sehingga membuahkan kecintaan, penghargaan, penghormatan, dan ketaatan?

Wahai kader dakwah, apakah kalian sudah berusaha keras membentuk diri menjadi batu bata yang kokoh bagi bangunan dakwah, yakni dengan menjalankan kewajiban-kewajiban sebagai seorang kader dakwah?
Allah tujuan kami; Rasulullah tauladan kami; Al-Qur’an pedoman hidup kami; Jihad adalah jalan juang kami; Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi.

Wahai kader dakwah, apakah lima kalimat itu selalu terpatri dalam benak kalian kemudian menjadi suatu keyakinan yang membuahkan amal, ataukah hanya sebatas menjadi senandung di bibirmu?

Wahai kader dakwah, seperti apakah karakter fikrah kalian? Dimanakah al-bisathoh(kesederhanaan), at-tilaawah (membaca), as-shalaatu (shalat), al-jundiyah (keprajuritan), danal-khuluq (akhlak)? Apakah ada dalam gerak langkah kalian sehari-hari?

Jangan malas!
Ayo berusaha keras menjadi kader dakwah sesungguhnya. Jika tidak, maka barisan orang-orang malas masih terbuka lebar untuk kalian.
Wahai kader dakwah, jika kalian bersungguh-sungguh, kalian akan meraih izzah dan kemenangan di dunia, surga, dan ridho Allah di akhirat. Kalian akan menjadi bagian dari mujahid dakwah.

Jika kalian berpaling dan tidak bersungguh-sungguh, maka tidak ada hubungan antara kalian dengan dakwah. Meskipun kalian selalu hadir di arena dakwah dengan gelar paling hebat dan berpenampilan paling mentereng. Allah akan menghisab keengganan kalian! Karena itu, tempatkanlah diri kalian sebaik-baiknya. Mohonlah kepada Allah petunjuk dan pertolongan-Nya.

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.

Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan 
(memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.
Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam Telah Berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; Maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

Wahai kader dakwah, ingatlah janji setiamu! Laa haula wa laa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adzim…

Monday, November 4, 2013

Takwin Dzatiyah


Astaghfirullah..
Sudah beberapa ketika tidak mencoretkan apa2 di blog. Sebahagiannya disebabkan kesibukan(alhamdulillah) manakala sebagian lain disebabkan kelalaian(astaghfirullah) semenjak pulang ke malaysia.

Ya, di bumi ini mataharinya sama cerah. Bulannya juga sama kuning. Tidak jauh beza. Cuma... udaranya nyata tidak serupa. Malaysia, medan sebenar yang mana dunia ideal diuji dengan realiti. Hak2 dan tanggungjawab yg mesti dipenuhi. Masyarakat, jiran, ibu ayah, saudara mara.... sangat mencabar.
Dan alam pekerjaan. Nyata berbeza. Tak lagi seperti dunia student dulu.

Pada masa ini, segala fikrah dan kefahaman yg dibina sebelum ini, diuji bertalu-talu. Saat urusan-urusan peribadi menimbun, apakah tergamak kita tinggalkan urusan-urusan da'wi ditepi?

Kalau dulu.... Dengan mudah kita ucapkan, dakwah adalah yg utama. Adalah nadi kehidupan.. Adalah bukti kita masih bernyawa.. pom pam pom pam kita bersemangat...

Alhamdulillah, mungkin ungkapan2 itu keluar setelah terbinanya fikrah dalam pemikiran.. maka kita pun cenderung berkata-kata apa yg kita fahami...

Tapi, adakah tubuh kita, kudrat kita, sudah beriman dengannya?

Realitinya, pada kaca mataku, kita ini akan melalui 3 peringkat:

1) Takwin Fikriyy
Pembinaan fikrah, menolak kefahaman-kefahaman karut marut warisan nenek moyang, serta bisik hasut Syaitan yg tak henti cuba menggelincirkan kita.
Pembetulan neraca dunia dan akhirat, penjelasan realiti, matlamat dan sebab sebenar kehidupan.
Menumbangkan segala cita-cita palsu, dan menggantikannya dengan cita-cita yg sebenar, mati dalam keadaan beriman, bahkan yg lebih tinggi ialah mati dalam usaha yg bersungguh-sungguh mendekatkan diri pada Allah dengan amal yg tidak henti-henti.
Ini adalah peringkat pertama. Membina pemikiran dan perasaan.

2)Takwin Jasad
Walaupun fikiran kita sudah sebati dengan dakwah, tubuh kita belum tentu. Terlalu ramai para duat yg terkandas dek kerana tubuh yg tidak mampu menanggung bebanan ini. Berapa ramai, yg pada awalnya di masa lapang, sangat bersemangat untuk dakwah dan tarbiah, tapi apabila diuji dengan kesibukan, maka dia pun terkontang-kanting. Kerja sehingga malam, maka masa yg berbaki sangat sedikit, apakah masih perlu diinfaqkan pada dakwah?! Mata pun sudah kuyu, takkan masih ingin ke mukhayyam? Kita nak sangat menyampai pada program, tp badan pun longlai.. Penat yg teramat sangat, masa usrah pun tertidur. Dah non-stop kerja masa ofis hour, bila malam, nak meeting, otak pun dah kering.xde energy.
Kalau macam ni... Bagaimana kita ingin membina rijal2? badan kita terlalu lemah...
Penyelesaiannya, mujahadah-lah. Push la diri sendiri. Mengantuk? Pergi mandi. minum air. Cari jalan utk terus segar. Jangan biarkan badan kita ni terlalu manja. Lanyak-lanyakkan dia.
Berapa ramai ikhwah yg mujahadahnya superb, sampaikan tubuhnya kini kuat. Tak lagi perlu tidur lama. Tak lagi perlu tidur atas tilam yg empuk. Tak lagi cepat lapar. Tak lagi sakit2.
Ini adalah satu latihan yg sangat perlu dilalui. Sakit, perit. Tapi ianya perlu. Takwinlah dirimu bersungguh-sungguh. Ia akan mengambil masa. Tapi pastikan ada progession nya! Apalah gunanya duat yg hanya berkobar pada mulutnya, tp jasadnya lesu, tak mampu bertahan lama utk amal yg panjang. Latihlah dirimu bersusah-susah. Banyakkan berjalan kaki. Bukanlah maksudnya menolak kemudahan, tapi biasakan kesusahan, supaya apabila diminta utk bekorban, badan terasa ringan dan tidak berat utk melaksanakan.
Ini adalah peringkat kedua, membesarkan kapasiti utk bekerja banyak.
Mu'min yg kuat lebih baik daripada mu'min yg lemah.

3)Takwin Nafs
Dah beberapa hari tidur 3 jam, takkan hujung minggu tak boleh nak berehat lebih sikit? Dah bawa usrah cukup la, aku ni bekerjaya, takkan nak kena meeting sampai 2-3 pagi selalu?
PENAT.PANCIT.
Itulah pintu yg sangat bahaya. Kerana apa yg kita fahami dan imani, belum tentu kita mampu dan berupaya lakukan dengan istiqamah.
Ramai orang akui dan setuju, pentingnya perbincangan ttg sesuatu perkara, perlunya ada yg menyusun program dan sangat2 kritikal utk ada yg menyelesaikan isu-isu tertentu.. Tapi siapa orangnya? Ahh.. biarlah ikhwah tu.. dia kan lg mobile.. ana sgt sibuk la..
Tu ikhwah tu kan tak kerja kan? haa.. biarlah dia uruskan semua perkara.. orang kerja ni lain ujiannya..
Tidak ada perasaan umpama Abu Bakr, yang proaktifnya menjangkaui pemikiran orang biasa. Siapa yg mahu membantu ini? Maka dialah yg pertama. Siapa yg mahu membantu itu? Dia juga orang pertama. Tidak terlintas dalam pemikirannya tentang hak diri sendiri, yang asyik bermain ialah penderitaan muslimin dek tiadanya Al-Haq di bumi... apabila dirinya sudah mampu menolak dan mengawal nafsu sendiri.. Jiwanya sibghah dengan iman.. Inilah tahap yg seterusnya, takwin nafs.

Ishh.. extremenyer.. mana boleh.. kena la manusiawi sikit...
Heyy.. kalau semua orang asyik nak jadi manusia, siapa nak jadi super saiya? Siapa nak jadi luarbiasa?
Ya, benar.... Badan kita ada hak atas diri kita... Ada limit... Tapi kenapa letakkan limit pada tahap terendah?
Kenapa terlalu manjakan tubuh sendiri...? Inilah pun masa yg kita ada untuk bg semua nya.. nanti dah mati, apa lagi yg kita ada untuk tawarkan? Nanti dah tua? tubuh yg dah lemah tu kita nak jualkan? Para Sahabat... mereka berlumba-lumba menjual diri dan harta mereka... Kisah Abdullah bin Jahsy... bersungguh-sungguh berdoa akan mati terbunuh dalam Perang Uhud dalam keadaan hidung dan telinganya dipotong... Amru bin Jamuh.. berdoa supaya tidak lagi kembali ke rumah selepas perang... Mereka bersungguh-sungguh untuk mendapatkan kemenangan itu.. Apakah kita tidak mempunyai keinginan yg serupa?

Dan percaya atau tidak, di bumi Malaysia ini, semua yg disebut di atas perlu dilakukan sendiri.. Tiada siapa yg akan memaksa. jauh sekali mengancam sekiranya kita memilih untuk tidak melakukannya. Semuanya akan berbalik kepada tumuhat kita.. sejauh mana kita ingin berkhidmat pada ummat? Sejauh mana....
Semua ini secara dzatiyyah. Saat kita cakap 'penat'. siapa yg akan ukur tahap kepenatan? Tiada siapa, melainkan Iman.... saat kita cakap 'busy'. Siapa akan ukur tahap kebusyan? Tiada siapa kecuali Iman... bahkan ada sahaja Ikhwah yg tertidur ketika memandu, dek terlalu penat. Ada yg terlampau busy tapi masih mampu membawa liqo dan masih mampu mengisi dauroh.. semuanya berbalik pada tumuhat kita... seandainya kita benar-benar mahukan dakwah dan tarbiah, kita pasti akan menemui jalannya.

Ada orang memilih untuk memberi 5% daripada dirinya kepada dakwah.. alhamdulillah...
Ada juga orang yg memilih untuk memberi 25%...
Ada juga yg memilih untuk 50%...
SubhanaAllah, hebat2 belaka...

Tapi... sekiranya kita ingin memberikan 100%, memberikan segala apa yg kita miliki, bahkan kita sanggup tekorban kerananya, maka pemikiran dan cara hidup kita pasti akan berbeza. Kita tidak lagi menggunakan neraca manusia biasa.. Tetapi kita menggunakan neraca muslimin... yg sarat dengan keajaiban dan keluarbiasaan. Kenikmatan yg jauh melangkaui apa2 yg ada di atas muka bumi.

Begitulah, beberapa bulan pertama di bumi Malaysia mengajarku... Kefahaman ttg Tumuhat, ttg kasal da'wi, ttg himmah aliyyah, ttg irodah qowiyah.. semuanya teruji..
Kesungguhan kita mentakwin diri sendiri. Membina potensi yg kecil menjadi besar. Membina keupayaan yg sebelumnya tiada.

Kepada para duat yg masih berada dalam dunia student, jangan bazirkan masamu.. Tiap hari tambahkan tarbiah dzatiyah mu.. kerana akan tiba satu masa, segala yg kau ajarkan pada dirimu, akan diuji dan dibentuk satu persatu.. kuasai bahan2 tarbiah, supaya dalam kesibukan masa depan, kau sudah bersedia untuk beramal pada bila-bila masa...
Tarbiah wa takwin, toriquna lil tamkin.

Wallahua'lam






Friday, August 30, 2013

Jangan Minta Penangguhan



Seringkali, apabila kita diminta melakukan suatu amal...
"Nanti boleh tak?"
"Erm.. sekarang ana busy sikit. Minggu depan nta dtg tanya lg boleh?"
"Ana x ready lagi nak bawak usrah akhi.. ana baru je join usrah.. baru setahun.. bagi la ana masa sikit lagi.."
"Ana x kuasai bahan lagi la akhi.. Nanti ana dah kuasai bahan baru ana bawak usrah eh"
"Ana tak habis dengar recording lg tajuk tu. Kalau boleh bagi ana masa 2 bulan ok? By that time iA ana ready jadi muwajjih"

Selalu.. sangat selalu.. Kita gemparkan dunia dengan jutaan alasan..  Walhal Allah swt telah dgn jelas menceritakan:

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka:  "Tahanlah tanganmu [dari berperang], dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka [golongan munafik] takut kepada manusia [musuh], seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan [kewajiban berperang] kepada kami beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun. (4:77)-Ayat ini tentang orang² yg di Mekah kononnya mahu berperang tp tak diizinkan, tp apabila di madinah, diturunkan perintah perang, mereka berbalik kebelakang.

Apabila bercakap... Bukan main lebat.. Kita cakap kita nak ustadziatul Alam.. Nak jadi mujahid.. Nak berjuang.. Nak bekorban.. Nak mati syahid.. Siap jerit² dalam syiar..

Tapi bila diminta realisasikan janji itu.. Banyak pulak alasan.

Minta tangguh. Next time. Lain kali. Not now.

Jawapan Allah:
Mataa3ud Dunia Qaleel.. Wal Aakhiratu khairul limanittaqa.

Orang-orang ini sebenarnya tak tahu.. tak sedar.. tak percaya.. yang dunia ini hanya pendek.. sedikit.. sekejap.. dan akhirat itu jauh lebih mulia..

Orang-orang ini sebenarnya tidak mempercayai perkara ghaib.. tak cukup yakin dengan akhirat...

sedangkan, sambung Allah lagi, "kamu tidak akan dizalimi..."
Kalau kita bekorban.. kita berjuang.. kita bagi semua.. percayalah.. kita tidak akan dizalimi.. takkan rugi.. Allah akan balas setiap peluh, air mata, darah, masa, tenaga kita... duit kita.. semuanya Allah akan balas dengan seadil-adilnya.. Percayalah, mataa3ud Dunya Qaleel!

Allah lagi menceritakan...

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri [3], [kepada mereka] malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri [Mekah]". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, (4:97)-Ayat ini pula tentang orang² yg tak ikut sama berhijrah ke Madinah.. Alasan mereka pelbagai, akhirnya mereka ditinggalkan di Mekah...Dan apabila Perang Badar, mereka dipaksa utk berperang bagi pihak musyrikin, dan apabila mereka dibunuh, ayat ini menceritakan dialog mereka dgn Malaikat.


Alasan... Banyak sangat alasan...
xkan habis kalau nak tulis alasannya.

Tak sempat prepare. Busy. xde transport. penat. xde tu. xde ni. etc³....

Bayangkan, kalau kita mati masa tu.. Dan kita dipersoal.. "Eh, asal ko ni. mati dalam rumah. xde keje dakwah ke nak buat?"

Kita pulak cakap.. Oh, aku ni baru nak start kerja.. duit xde.. transport xde..

Memang kena pelempang dgn malaikat.

"Bukankah bumi Allah ni luas?"

Dan paling sedih.. orang yg duk bagi alasan ni...
tempatnya di akhirat... akhirat akhi... xmo.. sobs³...

Ar-Rasul tidak memaksa semua muslimin berhijrah.. Baginda hanya menyampaikan perintah Allah...

Dan masing² akan menjawab.. Allah benarkan orang² yg uzur utk tidak turut serta.. tp seuzur manakah kita?

Kita boleh menjawab di hadapan manusia, dengan alasan²... dan mereka akan memaafkan kita.. mereka akan menerima alasan kita.. mereka akan husnudzon dengan kita.. dengan alasan² ciptaan kita...

Murabbi kita sekalipun, bahkan tidak akan melebihi daripada apa yg Ar-Rasul kerjakan.. Baginda tidak memaksa, bahkan menyerahkan pilihan itu bulat² kepada setiap Muslimin.. Anda tak mahu berhijrah, maka itu urusan anda dan tuhan. tugas Rasul, menyampaikan... mengajak.. Menunjukkan qudwah.. Menjelaskan dengan terang..

Murabbi kita boleh mentaujih kita utk beramal.. Minta bantuan kita untuk itu dan ini.. Tapi seandainya kita tidak mahu, dan kita mula mencipta alasan utk menipunya.. Maka, dia pasti akan menerimanya...

Cuma kitalah yang perlu bersedia menjawab dengan para malaikat...

"Alam takun Ardullahi waasi3ah?"

Mampukah kita menjawab sindiran itu?

Kerana begitu banyak ruang yang ada, cuma tinggal kita sahaja berusaha mencarinya, inisiatif utk mencari jalan utk beramal.. Utk tidak lagi memberi alasan.. Kerana bumi Allah itu begitu luas.. rezeki yg ada didalamnya begitu banyak..

Maka Ikhwah akhwat....

Berhentilah memberi alasan, atau meminta penangguhan..

Tetapi berusahalah utk all-out, cari segala jalan yg ada, usahakan sebenar-benar.. Jangan mudah sekali memutuskan engkau tidak boleh, hanya kerana alasan² picisan..

Kerja boleh disiapkan
Tak bersedia boleh disediakan
Tak habis dengar recording boleh baca nota
Tak de masa boleh susun
Tak de transport boleh cari/pinjam

Tidak wajar ada alasan...

Kalau urusan penting, seperti mendapat kerja/jawatan pangkat tinggi.. Kalau kena lakukan apa², tak keluar pula alasan² yg sama.. bahkan sanggup ketepikan semua masalah lain, utk sempurnakan tugasan...

Sampai bila nak kelas-keduakan dakwah?

Doakan kita semua thabat dan terus berhimmah tinggi dalam amal,

Wallahua'lam






Wednesday, August 28, 2013

Sujud Yg Membebaskan



Dalam hidup kita, kita didatangi dengan pelbagi ujian dan kesukaran
-exams
-homeworks
-assignments
-deadlines
-boss yg pressure
-rakan sekerja yg macam-macam

Itu baru kesukaran dengan kaca mata manusia biasa.

Hati akan terasa lebih tercucuk, lebih terhiris, saat kita bermuhasabah...
Mengapa semua ini, tidak bernaung di bawah al-Islam.
Melihat bos, rakan sekerja kita, kawan-kawan kita, keluarga kita
Bahkan mungkin diri kita sendiri
Melakukan maksiat pada Allah
Melakukan kemungkaran pada Allah

Tidakkah semua ini cukup memedihkan?

Belum lagi kita menghayati...
ayat-ayat Allah
tentang balasan bagi orang-orang yang tidak melakukan amar ma'ruf
balasan bagi orang-orang yang memilih untuk duduk baik sendiri
balasan untuk orang yang redha dengan kekufuran

ALlah.....

Saat kita mula berfikir dengan kasih sayang
cinta dan mahukan yang terbaik buat semua saudara seaqidah kita
kita akan rasa terketar... Apakah nasib aku di akhirat?
Apakah nasib mak dan ayahku di akhirat?
adikku? abangku? kawan-kawanku?
rakan sekerja ku? bos ku?
Adakah semua nya akan terselamat daripada azab api neraka?

Selamatkah kita semua daripada kemurkaan Allah, walhal di dunia kita dengan selamba membiarkan suruhan-suruhan ALlah.

Mengapa hati kita boleh jadi begitu buta?

Pada saat penuh kekusutan ini...
Siapa agaknya yagn kita cari untuk cari jalan penyelesaian?
adakah tikar sembahyang itu menjadi tempat hinggap dahi kita setiap malam
Dalam usaha mengadu dan merintih pada Allah azzawajalla
Kerana hanya Dia-lah yang benar-benar memahami
Dia-lah yang benar-benar menyelami
segala perasaan yang terbuku dalam hati ini....

Allahu rabbi...

Hanya Engkaulah yang tahu apa dihati ini
Hanya Engkaulah yang bisa meredakan api kesedihan
Meredakan ombak putus asa
Meredakan puting beliung kecewa

Tiap hari aku menyebut
" Allahu somad "
Allah-lah tempat segala rayuan dan aduan
Tempat memohon tempat meminta
Nukleas kepada ruh yang mencari...

Hanya dengan menempelkan wajah ini di atas tanah-lah
Segala kekusutan kan terurai
Segala kesedihan kan berlalu
Segala putus asa kan terpadam

ya Allah, kau bantulah aku
Untuk memperbanyakkan sujud
Untuk berasa khusyu dalam salat2 ku
Agar aku dapat merasai manisnya bertemu Mu

Sunday, July 28, 2013

Misr, Kami bersamamu



وَڪَأَيِّن مِّنۡ ءَايَةٍ۬ فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ يَمُرُّونَ عَلَيۡہَا وَهُمۡ عَنۡہَا مُعۡرِضُونَ
Dan banyak sekali tanda-tanda [kekuasaan Allah] di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya.
(12:105)

Ya, apa yg berlaku harini, semuanya adalah tanda-tanda daripadaNya
Langit yg masih biru
Awan yg berarak
Kucing dan anjing yg masih tak sebulu
Burung yg kadang-kala melepaskan 'bom' atas kereta
semua itu adalah tanda² daripada Allah
untuk kita tadabburkan
Fikirkan
Dan ambil ibroh

Termasuklah yg berlaku di Mesir
Kita marah
Kita geram
Tapi, apakah mesej yg cuba Allah sampaikan pada kita melaluinya?

Kita pernah mendengar kisah² dari kitab² kuning....
Kisah² ajaib, tentang para mu'minin yg dihempap kezaliman taghut
Tentang Bani Israel diperlaku dgn kejam oleh Firaun
Tentang pelbagai kejadian luar biasa
Yang mana usai membaca kisah itu, dada kita berombak, mulut kita hanya mampu menuturkan
"La hawla wala Quwwata Illa billahil Aliyyil Adzim"

Kini,
Hari ini,
Dalam usia kita masih hidup,
Allah datangkan lagi kisah semisal itu
Kisah ibu yang merebus batu untuk menyedapkan hati sang anak
Kisah kanak-kanak yg bangkit menolak kedzaliman
Orang yg berdarah² dalam medan perang, tetapi tidak mahu membuka puasa
Hanya kerana mereka mahu syahid dalam keadaan berpuasa
Mereka mahu berjumpa Allah azza wajalla sambil dapat berkata
"aku berjuang di jalanMu, dalam keadaan berpuasa"

Apakah pengakhiran mereka nanti...???

Orang-orang seperti ini... Tidakkah Allah swt akan membalas mereka dengan syurga?

Masihkah ada ruang di Jannatul Firdaus Mu ya Allah untuk hamba sejahil aku.. yang sarat dengan dosa..

Kisah 1

Hala Mohamed Abu She'sha
Telah syahid dalam serangan samseng semasa perarakan menyokong legitimasi di Mansurah Jumaat semalam, 10 Ramadhan 1434H.

Status terakhir beliau di akaun facebook peribadi miliknya:
"Kami mencintai kesyahidan jauh lebih besar dari kami mencintai kehidupan, oleh itu jangan cabar kami, bagi kami syahid itu adalah cita-cita tertinggi kami"

Kisah 2

Walaupun beliau cedera parah, beliau tetap menolak untuk berbuka, kerana beliau berharap untuk berbuka di syurga.

Kisah 3

Gambar As Syahid Umar Al Haridy, seorang hafiz quran yang membantu anak-anak kecil di Masjid menghafal Al Quran.

Lihatlah pada tolak ansur agama ini di wajahnya dan pada kitab Allah di tangan kanannya.

Selepas hari beliau pergi ke Medan Rabiatul Adawiyah, setiap hari anak-anak ini datang bertanyakan perihal Umar Al Haridy di hadapan Masjid dan menanti-nanti kedatangannya untuk membantu mereka menghafal Al Quran lagi.



Dan pelbagai lagi kisah² yg menyayat hati...

Bukan tersentuh semata-mata kerana mereka dizalimi...
Tapi kerana kukuhnya keinginan mereka utk mati di jalan Allah
Dan Allah telah mengabulkan impian mereka

Mereka ini nyata sekali orang yg terpilih...


Ya Allah, aku juga mahu tercatat sebgai orang yg berjuang untukMu
Walau aku tahu... aku ini terlalu berdosa... terlalu hina.. terlalu teruk...

Perangaiku masih sgt menyedihkan
amalanku super kurang
aku masih banyak membuang masa
Masih banyak maksiat

Tapi ya Allah
Aku berdoa
aku memohon
Aku mengharap

Satu hari nanti... Kau kabulkan doa ku ini
Moga Aku tercatat dalam kalangan orang² yg syahid
Kerana berjuang utkMu

Kau bantulah aku membina imanku
Bantulah aku membina peribadiku
Bantulah aku membina diriku

Moga Aku satu hari nanti layak
Utk mati syahid di jalanMu





''Nafas kebenaran itu lebih panjang daripada nafas kebatilan, jangan sangka kami takut, tertekan atau ragu-ragu dengan kudrat tuhan kami".

"Kami akan kekal disini, dan jika dengan izinNya dicatat kematian untuk kami, maka kami akan mati sebagai syuhada, dan jika dicatat hidup untuk kami, maka kami akan hidup dengan merdeka"

"Aku akan kekal disini sehingga Dr Mursi kembali menjadi pemimpin, sehingga Mubarak kembali ke penjara, dan sehingga As Sisi dihukum gantung, hak-hak orang yang telah mati tidak akan disia-siakan, kami akan mati bersama mereka, tidak ada apa yang dapat mengalahkan orang yang mencintai kematian, dan kami cinta kepada kematian!"

Kata-kata Al-Haq sememangnya mempunyai graviti yg sgt dahsyat, bagaimana ia mampu terlahir?

Kekuatan, strategi, kekuasaan, pemerintahan mungkin mampu untuk mengawal jasad manusia. Tapi hati manusia yg tertarbiah, nyata sekali tidak akan tergugah dgn apa² gesakan fizikal. Kita sudah nampak dgn jelas siapa pemenang sebenar "permainan" ini...

Kalau pertempuran ini mengejar material, ya, Sisi mungkin bisa jadi pemenang
Tapi kalau 'goal' pertempuran ini ialah kekuatan dan kesatuan, keyakinan dan kepercayaan,
Sisi adalah 'loser' paling teruk

Kecuali semua yg berkumpul (50-60% penduduk Mesir) dibunuh/dihalau keluar/dirasuk hantu,
Mesir tidak akan pulang kepada pemerintahan toghut.

HasbunaAllahu wani'mal wakeel

Allahummansur Islama wal Muslimeen
Fi Misr, fi falastin, fi syiria, fi kulli makan, wa kulli zaman

Ayuhlah singa-singa Islam
Tanda apa lagi yg kau tunggu daripada Tuhanmu
Agar engkau akhirnya sedar, dan bingkas bangun dari lenamu

Sekaranglah masanya
Sudah berlalu masa rehatmu
Sudah tiada masa berlapang tangan

Ayuh!!

Wallahua'lam



 فَلَمَّآ أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنۡہُمُ ٱلۡكُفۡرَ قَالَ مَنۡ أَنصَارِىٓ إِلَى ٱللَّهِ‌ۖ قَالَ ٱلۡحَوَارِيُّونَ نَحۡنُ أَنصَارُ ٱللَّهِ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَٱشۡهَدۡ بِأَنَّا مُسۡلِمُونَ
Maka tatkala ’Isa mengetahui keingkaran mereka [Bani Israil] berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk [menegakkan agama] Allah?" Para hawariyyin [sahabat-sahabat setia] menjawab: "Kamilah penolong-penolong [agama] Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri
(3:52)